Hakim Segala Bangsa

“Dari langit Engkau memperdengarkan keputusan-Mu; bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk memberikan penghukuman, untuk menyelamatkan semua yang tertindas di bumi.” (Mazmur 76:9-10)



Bacaan hari ini: Mazmur 76:1-13 | Bacaan setahun: Mazmur 76

Apakah yang akan terjadi jika dunia tanpa keadilan? Bayangkan jika Adolf Hitler yang membunuh jutaan orang Yahudi dibawa pengadilan dan hakim menyatakan, “Benar bahwa engkau telah membunuh jutaan orang, tetapi aku menyatakan engkau tidak bersalah.” Reaksi orang yang membayangkan skenario ini pasti menegaskan bahwa putusan hakim tidak adil; bagaimana mungkin Hitler bisa dinyatakan tidak bersalah.

Syukur kepada Tuhan, Tuhan kita adil, Dia selalu melakukan apa yang harus dilakukan, apa yang benar, melakukannya secara konsisten, tanpa keberpihakan atau prasangka. Namun Tuhan bukan hanya menjadi hakim yang adil bagi orang yang percaya kepada-Nya, karena Tuhan mengasihi semua ciptaan-Nya, maka Dia juga akan membela perkara setiap orang yang tertindas di muka bumi. Hal ini bisa kita lihat dari ucapan syukur Asaf si pemazmur, Asaf memuji-muji Allah yang menyatakan keadilan-Nya. Asaf menyatakan seluruh bumi tertegun ketika Tuhan memberi hukuman-Nya bagi para penindas di muka bumi ini.

Mazmur ini dimulai dengan sebuah pengakuan, bahwa Allah terkenal dan masyhur di Israel, berdiam di Salem dan Sion. Lalu diikuti oleh sebuah peringatan kepada orang jahat di dunia, bahwa Tuhan akan membela apa yang menjadi milik-Nya. Tuhan tidak pasif, Tuhan bisa murka kepada para penindas, Tuhan akan dengan mudah melucuti senjata orang-orang jahat. Adalah sebuah kebodohan jika dunia berpikir bisa berdiri di hadapan Tuhan yang murka. Asaf ingin dunia yang jahat paham bahwa Tuhan berdaulat untuk menghakimi dan Tuhan dengan mudah menghancurkan orang yang memberontak kepada Dia. Ketika Tuhan murka, takkan ada yang tahan berdiri di hadapan-Nya. Karena itu, setiap orang di muka bumi seharusnya takut untuk melakukan kejahatan dan menyerahkan hidup kepada Tuhan yang akan membebaskannya dari penindasan. Setiap kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, bersujudlah di hadapan-Nya, ikrarkan kesetiaan di hadapan Tuhan, sebab Yesus melakukan lebih dari sekadar membebaskan kita dari penindasan, Dia membebaskan kita dari hukuman kekal.

STUDI PRIBADI: Apa yang harus kita lakukan sebagai orang yang sudah dibebaskan oleh Tuhan dari penghukuman kekal?

Pokok Doa: Berdoalah supaya kita mampu menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan dan bisa setia melayani Dia seumur hidup kita. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *