Mengingat Kebesaran Tuhan

“Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.” (Mazmur 77:12)



Bacaan hari ini: Mazmur 77:1-21 | Bacaan setahun: Mazmur 77-78

Perjalanan kehidupan manusia di dunia ini hampir selalu diwarnai dengan banyak pergumulan dan persoalan kehidupan. Bila kita tidak berhati-hati menata kehidupan ini, kita dapat terperangkap dalam pemikiran mengapa masalah hidup ini seolah-olah tidak ada hentinya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk kita mengelola setiap langkah hidup kita.

Pada bagian ini, pemazmur mengutarakan bahwa hidupnya sangatlah sulit dan seolah-olah kesusahan itu harus ditanggung sendirian. Sepertinya Allah tidak peduli, tidak menaruh belas kasihan, bahkan terlihat berdiam diri terhadap kehidupan pemazmur. Terungkap dalam tulisannya, bahwa jiwa pemazmur juga dipenuhi keragu-raguan akan diri Allah. Di tengah kondisi yang membuat dirinya putus asa, pemazmur kembali mengingat kebesaran Tuhan. Ketika pemazmur kembali mengingat akan kebesaran Tuhan maka dirinya dapat kembali menghayati keperkasaan dan belas kasihan Tuhan. Dengan mengingat kebesaran Tuhan pada masa lampau, maka harapan yang sejati mulai timbul dan menguasai kehidupannya. Jadi, kebesaran Tuhan dapat dibuktikan dan dipahami melalui karya perbuatan tangan-Nya dan dalam kesetiaan-Nya yang penuh keajaiban pada masa yang lampau bagi umat pilihan-Nya dan juga bagi pemazmur sendiri. Dengan mengingat akan kebesaran Tuhan, itu berarti pemazmur mengajak pembacanya untuk memfokuskan diri kepada Tuhan, yang telah menjadi sumber pertolongan dan penghiburan sejati. Tuhan yang telah menyelamatkannya, selalu siap berkarya dan siap menolongnya. Tekad untuk mengingat akan kebesaran Tuhan merupakan pilihan yang sangat tepat, saat menghadapi pergumulan kehidupan.

Pengalaman hidup pemazmur ini mengajarkan kepada kita bahwa tekanan hidup dalam dunia yang berdosa ini adalah sesuatu yang normal dan tak terelakkan. Namun hidup dalam tekanan adalah pilihan yang harus kita jauhi. Dengan kata lain, marilah kita selalu memilih untuk memfokuskan hati dan hidup kita hanya kepada Allah yang hidup dan berkarya dalam setiap kehidupan umat Allah yang dikasihi-Nya.

STUDI PRIBADI: Di tengah pergumulan hidup, seberapa kita percaya Allah terus berkarya di dalam dan melalui hidup kita? Apa yang menghambat kita mengingat kebesaran Tuhan?

Pokok Doa: Berdoa bagi pergumulan Indonesia, agar para pemimpin bangsa melihat dan menyadari kebesaran Tuhan bagi Indonesia. Berdoa bagi gereja Tuhan, menyatakan kebesaran Tuhan melalui hidup yang menjadi berkat. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *