Finishing Well

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)



Bacaan hari ini: 2 Timotius 4:1-8 | Bacaan setahun: 2 Timotius 4 – Titus 1

Pada sebuah batu nisan terukir sebuah kalimat, “Terbaring seorang ayah yang penuh dosa…”. Meski tidak umum, kalimat ini berangkat dari sebuah pengalaman hidup anak-anak bersama dengan sang ayah yang kerap kali berkata kasar dan menunjukkan teladan yang buruk. Namun di sisi lain, keluarga mengenal sang ayah ini sebagai seorang ayah yang terus berjuang dalam hidupnya. Maka, tidak heran di ujung nisan itu, keluarga melanjutkan dengan kalimat “…namun yang tidak pernah berhenti berjuang!” Ini menjadi gambaran kehidupan Paulus sebagai penganiaya jemaat. Namun sewaktu Allah mengubah hidupnya, maka Paulus bekerja dengan giat bagi Allah hingga akhir hidupnya.

Surat 2 Timotius merupakan surat pastoral yang ditulis Paulus di masa akhir-akhir hidupnya (ay. 6). Pada saat itu, perkembangan ajaran sesat dan penindasan terhadap orang percaya semakin kuat, bahkan kejahatan juga akan semakin meningkat menjelang kedatangan Kristus kelak. Manusia lebih memilih untuk mendengarkan pemberitaan yang menyenangkan diri mereka dan memilih menjadi sesat daripada menjadi sehat (ay. 3-4). Hal ini sangat relevan dengan konteks zaman kita kini. Mayoritas orang memilih hidup sesuai dengan kesenangan dirinya saja. Mereka bisa dengan cepat beralih dari satu pijakan hidup ke pijakan hidup yang lain, jika hal tersebut menguntungkan mereka. Mereka mudah berpindah gereja karena merasa tersinggung, kecewa atau tidak mendapat berkat. Di tengah-tengah situasi seperti ini, kita harus tetap setia memberitakan firman Tuhan. Hal serupa juga terjadi dalam hidup Paulus (ay. 1-2). Paulus terus giat melayani Tuhan hingga garis akhir hidupnya (ay. 7-8). Roh Kudus yang bekerja di dalam diri Paulus, memampukannya untuk terus berjuang. Nasihat yang sama juga diberikan kepada Timotius serta seluruh pembaca suratnya.

Masa sekarang ini adalah masa yang tidak mudah, tapi itu tidak boleh menghentikan kita untuk menceritakan karya Kristus bagi orang berdosa. Teruslah berjuang karena Allah memampukan kita. Kita bisa melakukan kesalahan, memberikan teladan yang buruk, salah berucap, tetapi jangan pernah berhenti melayani Dia.

STUDI PRIBADI: Apa yang bisa kita lakukan untuk menyatakan Allah di lingkungan sekitar?

Pokok Doa: Berdoalah bagi keluarga, kerabat dan orang yang kita kenal yang belum mengenal Kristus. Mohon kemurahan Tuhan atas mereka.

×

2 Timotius 4 : 6

6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

×

2 Timotius 4 : 3-4

3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

×

2 Timotius 4 : 1-2

1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

×

2 Timotius 4 : 7-8

7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

×

2 Timotius 3 : 17

17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

×

Kolose 1 : 20-23

20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

×

Efesus 4 : 1-4

1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

×

Efesus 4 : 11-12

11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

×

1 Korintus 1 : 24-25

24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *