No Turning Back

“Janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.” (Ibrani 3:8-9)



Bacaan hari ini: Ibrani 3:7-19 | Bacaan setahun: Ibrani 3

Jika kita mau belajar taat dan mempercayakan hidup ke dalam pimpinan Tuhan, maka banyak kesulitan seharusnya bisa kita hindari. Demikian juga bangsa Israel, harusnya tidak perlu berputar-putar sampai empat puluh tahun untuk masuk ke tanah Kanaan. Problemnya: mereka sudah lama jadi budak di Mesir sehingga sulit melihat rencana yang sudah Tuhan siapkan untuk mereka. Mereka memiliki semangat juang yang rendah dan hanya memikirkan kepentingan sesaat, bagaimana mereka bisa makan dan melewati satu hari. Padahal Tuhan telah merancang dan menyiapkan kehidupan yang jauh lebih indah dan makmur di Tanah Perjanjian.

Memang diperlukan satu perjalanan dan satu perjuangan bagi bangsa Israel melewati padang belantara untuk meraih apa yang Tuhan sediakan. Sayangnya setiap kali bangsa Israel menghadapi kesulitan, bukannya mencari dan mendekatkan diri pada Tuhan, sebaliknya mereka menyesal dan bersungut-sungut serta ingin kembali menjadi budak di Mesir. Mereka tidak bisa melihat kasih dan kuasa Tuhan yang menyertai mereka dalam sepanjang jalan hidup mereka. Mereka juga gagal melihat rencana besar yang sudah Allah persiapkan untu mereka di depan.

Bacaan hari ini menjadi peringatan supaya kita, anak-anak Tuhan juga belajar dari sejarah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti sudah dilakukan oleh bangsa Israel dulu. Lihatlah rencana dan kehendak Tuhan untuk kita, anak-anak Tuhan. Apapun yang terjadi tetaplah taat dan setia kepada Allah. Jangan mau diperdaya tipu daya dosa yang membuat kita keras hati dan tidak percaya kepada Allah. Berikutnya, jangan biarkan kepahitan hidup dan masa lalu kita mengurung dan membutakan kita untuk melihat rencana dan kehendak Tuhan yang sudah Dia siapkan. Lihat kasih dan kebaikan Allah di dalam hidup kita dan songsonglah masa depan bersama Tuhan. Terakhir, selama masih ada kesempatan mari kembali pada Tuhan, jalani hidup bersama Dia hari ini, bukan besok. Jangan pernah berkeinginan untuk kembali kepada hidup di masa lalu tanpa Tuhan.

STUDI PRIBADI: Adakah pengalaman pahit masa lalu masih membayangi hari ini, sehingga membuat Anda sulit untuk melangkah maju? Belajarlah melihat kasih dan kehadiran-Nya di dalam hidup kita, serta percayalah Tuhan punya rencana yang indah untuk Anda.

Pokok Doa: Berdoa supaya jemaat Tuhan boleh menaruh iman dan percaya kepada Allah menghadapi semua tantangan dan kesulitan hidup saat ini.

×

Filemon 10

10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus

×

Filemon 18

18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku--

×

Filemon 10-11

10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus

11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

×

Filemon 13

13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,

×

Titus 2 : 11-12

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

×

Kolose 1 : 20-23

20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

×

Efesus 4 : 1-4

1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

×

Efesus 4 : 11-12

11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

×

1 Korintus 1 : 24-25

24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *