Seks : Anugerah Ragawi Yang Ilahi

“Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.” (Amsal 5:21)



Bacaan hari ini: Amsal 5:1-23 | Bacaan setahun: Amsal 5-6

Dosa seksual begitu menggoda dan berbahaya. Banyak pemimpin sampai hamba Tuhan jatuh dalam jeratnya. Kejatuhan ini dimulai dari hal kecil dan sederhana. Pada awalnya mungkin berpikir, “Apa salahnya hubungan ini? Apa salahnya sedikit saling goda dalam canda? Aku pasti bisa menarik garis batasnya.” Awal yang nampak sederhana dan tidak berbahaya, tiba-tiba telah menghancurkan hidup. Dosa seksual selalu tampak menarik; menjanjikan kesenangan bahkan kelegaan sesaat, tapi kemudian mematikan. Dosa seksual menyebabkan kita menjauh dari Allah, atau setidaknya meredefinisi “Tuhan” sebagai sosok yang permisif dengan dosa. Dosa seksual mengorbankan keluarga, reputasi, dan rasa hormat anak-anak kita. Dosa seksual merusak pemahaman dan penghayatan kita tentang keintiman sejati dalam pernikahan.

Penulis Amsal mengingatkan bahaya dan cara menghindari jeratan dosa ini. Sesuai latar belakang tradisi patriarki nasihat ini ditulis, seakan-akan godaan selalu dari pihak perempuan. Tetapi dalam pemaknaan masa kini, kedua belah gender memiliki peran yang sama dalam prosesnya. Inti peringatan pertama adalah agar kita selalu mengarahkan pandangan kita kepada Kristus, Sumber Hikmat Ilahi (ay. 1-2). Fokus kepada hikmat akan menyelamatkan kita dari jerat maut dosa seksual yang manis & manipulatif (ay. 3), serta terhindar dari penyesalan pada saat yang kelak terlambat (ay. 9-14).

Penulis Amsal memberikan saran kedua, yaitu belajar memuaskan diri dengan pasangan hidup yang Tuhan beri (ay. 15-18). Seks bukan hanya sekedar proses prokreasi. Lebih dari itu, secara eksplisit penulis memberi saran agar kita belajar memaksimalkan keintiman ragawi dengan pasangan kita. Kepuasan keintiman ragawi yang kudus merupakan anugerah Ilahi, yang melambangkan keintiman kita dengan TUHAN Allah (1Kor. 11:3).

Akhirnya, penulis Amsal mengingatkan kita bahwa Allah Mahatahu dan Mahahadir (ay. 21). Bukan untuk membangkitkan perasaan resah karena rasa bersalah, tetapi justru di bawah pelukan sayap dan terang kasih-Nya, kita dijaga dan dipelihara-Nya.

STUDI PRIBADI: Apakah yang Anda pikirkan selama ini tentang seks? Sudahkah Anda memikirkannya di dalam terang Firman-Nya?

Pokok Doa: Berdoalah agar TUHAN Allah menolong setiap kita untuk dapat memahami dan mengapresiasi anugerah keintiman ragawi sebagai bagian dari pemenuhan hidup dari TUHAN Allah. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *