Nasihat Tentang Perzinahan

“Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.” (Amsal 7:1-2)



Bacaan hari ini: Amsal 7:1-27 | Bacaan setahun: Amsal 7

“Ah… seandainya aku bisa menguasai nafsu, maka perselingkuhan ini tidak akan terjadi,” begitulah pengakuan seorang suami di ruang konseling saya, ketika ketahuan selingkuh. Ia telah menjalin hubungan gelap dengan teman wanita sekantornya selama hampir satu tahun. Memang perzinahan ialah perangkap yang bisa menjerat siapapun di sepanjang masa. Awalnya terasa mendebarkan, tetapi ujungnya adalah penyesalan dan kehancuran. Dimulai dari sebuah godaan dan berakhir pada sebuah kenistaan.

Salomo, sang penulis Amsal dalam bagian ini mengingatkan betapa berbahayanya perangkap dosa seksual ini, khususnya bagi mereka yang bodoh dan mengabaikan nasihat Tuhan. Salomo menggambarkan seorang anak muda yang terbuai rayuan seorang wanita penggoda, yang dengan berbagai cara merayunya (ayat 14-21). Sayang, sang anak muda tersebut bukannya menjauh malahan menghampiri dan tunduk pada godaan hawa nafsu. Salomo melukiskan anak muda tersebut seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, seperti seorang yang terbelenggu menantikan hukumannya dan burung yang masuk perangkap tanpa disadari (ayat 22-23). Memang dosa perzinahan awalnya terasa nikmat, tapi akhirnya membawa hukuman yang pahit (ayat 26-27).

Pada masa kini, godaan seksual bisa saja hadir dalam beragam cara. Pornografi bisa dengan gampang diakses semua orang melalui gadgetnya masing-masing. Perselingkuhan bisa terjadi bukan saja dalam dunia nyata, bahkan di dalam dunia maya. Godaan selingkuh juga bisa terjadi di tempat kita bekerja, bahkan dalam pelayanan gereja sekalipun. Jika tidak berhati-hati, maka kita bisa terjerumus sangat dalam dengan dosa ini. Oleh sebab itu, nasihat Salomo di sini menjadi sangat relevan untuk dilakukan. Nasihat Salomo sejalan dengan Ibrani 13:4 agar, “Hendaklah kamu semua hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezina akan dihakimi Allah.” Jadi, hindarilah godaan hawa nafsu yang dapat menjerumuskan serta berpeganglah pada kebenaran firman Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mengapa banyak orang tunduk dan terperangkap kepada dosa perzinahan? Bagaimana kita bisa menjaga kekudusan hidup?

Pokok Doa: Berdoalah bagi kehidupan kaum muda dalam gereja kita yang berhadapan dengan jerat dosa dan godaan kenikmatan hidup, yang bisa menjerumuskan hidup mereka ke dalam kehancuran. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *