Ayub Membela Diri

“Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.” (Ayub 6:10)



Bacaan hari ini: Ayub 6:1-30 | Bacaan setahun: Ayub 5-6

Fokus renungan hari ini terletak pada ayat 10c, yang berkata: “Sebab aku tidak pernah menyangkal firman yang Mahakudus.” Salah satu penyebab Tuhan murka terhadap sahabat-sahabat Ayub adalah karena nasihat mereka membawa Ayub semakin tidak bersandar kepada Tuhan. Nasihat sahabat-sahabat Ayub ini justru membuat Ayub menjadi kecewa terhadap diri mereka sendiri.

Renungan hari ini berfokus kepada pribadi Ayub yang tidak pernah menyangkal Firman. Dalam kehidupan ini, tidak dapat dipungkiri acapkali orang-orang Kristen melawan Firman Tuhan. Ketika Firman Tuhan berkata: “Jangan membunuh!”, justru ada orang-orang Kristen yang melakukan pembunuhan. Ketika Firman Tuhan berkata agar: “Mengasihi sesamamu!”, tetap ada saja orang-orang Kristen yang tidak mengasihi sesamanya.

Karena itu, pada hari ini kita diingatkan kembali oleh Firman Tuhan agar menjadi orang-orang Kristen yang taat kepada Firman Tuhan. Adalah berbahaya, apabila ada orang-orang Kristen yang tidak mau taat Firman Tuhan. Kita perlu memahami, bahwa salah satu pedoman hidup anak-anak Tuhan adalah Firman Tuhan. Di dalam kitab Mazmur 119:105, dikatakan: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Jadi, Pemazmur menegaskan kepada setiap kita bahwa Firman Tuhan adalah laksana sebuah pelita yang menerangi setiap jalan kehidupan kita. Tanpa Firman, jangan berharap hidup kita akan terus berada di jalan Tuhan. Dengan demikian, seharusnya kita menjadi anak-anak Tuhan yang mau mendengarkan Firman Tuhan dengan setia. Lebih dari itu, bukan hanya mendengarkan saja, tetapi juga menjadi pelaku-pelaku Firman.

Ambillah keputusan seperti Ayub untuk tidak menyangkal firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kita perlu melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita sehingga Tuhan akan dimuliakan melalui hidup dan karya kita. Sebaliknya, ketika kita menyangkali firman Allah, maka kita sedang berada di bawah murka-Nya.

STUDI PRIBADI: Apakah kita masih tetap berkomitmen untuk mendengarkan dan menaati Firman Tuhan setiap harinya? Mengapa kita perlu berkomitmen demikian?

Pokok Doa: Berdoalah, agar kiranya kita tetap terus setia dan berkomitmen untuk menaati perintah Tuhan melalui Firman-Nya. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *